KELAS XI (MATERI 1: PUNGO PANDAI)
Pungo
Pandai
Teks secara harfiah (kata demi katanya) pungo pandai
terdiri dari 2 kata yaitu pungo (O), pungu (A) = tangan, dan pandai (A/O) =
tahu, lalu digabungkan menjadi pungo/pungu pandai = tangan pintar. Sepakat menjadi "tangan
pintar" tergolong idiom atau ungkapan yang memiliki kata kiasan,
makna konotatif (makna kias) yang artinya serba bisa. Suatu macam keahlian,
pengetahuan, yang dimiliki oleh satu orang dinamakan pungo pandai atau bisa
disebut sebagai all round/serba bisa. Jadi, pungo pandai merupakan
seseorang yang memiliki keahlian/ bakat, pengetahuan yang lebih dari satu atau
dikatakan orang yang serba bisa.
Contoh seseorang yang tergolong pungo pandai yakni ir.
Soekarno. Beliau seorang insinyur arsitek bangunan salah satu karya beliau
adalah Tugu Monas (Monumen Nasional) di tengah-tengah Ibukota. Ibukota Negara
Republik Indonesia, di Jakarta sampai saat ini masih berdiri dengan
megah. Selain itu, beliau adalah ahli politik pada masa sebelum merdeka, beliau
ditangkap pemerintah kolonial Belanda dan dibuang, beliau tetap gigih melalui
politik dan diplomasi sehingga akhirnya beliau memproklamasikan kemerdekaan
Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 didampingi wakilnya yaitu Drs.
Muhammad Hatta. Hal tersebutlah yang membuat Insinyur Soekarno disebut sebagai
Pungo pandai/ serba bisa/ all round.
Tokoh pungo pandai yang ada di Provinsi Lampung salah
satunya Prof. Dr. Hadi Kusuma, SH. Beliau disebut sebagai orang yang “pungu
pandai” karena beliau memiliki beberapa pengetahuan tidak hanya satu, beliau
memiliki beberapa pengetahuan dan ahli dalam bidangnya seperti sejarah, bahasa,
Adat budaya Lampung, dsb.
Komentar
Posting Komentar